Jumat, 23 November 2018

Materi 2

Materi 2 : Keterampilan Menyimak

   Dalam menyimak, penyimak harus mengerti dan memahami bentuk – bentuk linguistik dan nonlinguistik dalam berkomunikasi lisan, agar mereka dapat menyerap makna komunikasi tersebut dan dapat menangkap pesan yang disamapaikan pembicara. 
Ada empat teknik menyimak yang efektif yaitu diantaranya :
1.     Konsentrasi.
2.    Menyimak materi simakan.
3.   Menyimak dengan kritis.
4.    Membuat catatan.
Sedangkan untuk teknik menyimak ada tiga teknik yaitu teknik loci, teknik penggolongan, teknik fonetik.
Menyimak ektensif  terdiri dari menyimak sosial, sekunder, estetika, dan pasif. Dan menyimak intensif terdiri atas menyimak kritis, konservatif, eksploratif, kreatif, interogatif, dan menyimsk selektif.
Unsur – unsur menyimsk terdiri atas sebagai berikut :
1.     Pembicara.
2.    Penyimak.
3.   Bahan simakan.




Materi 6


Materi 6 :  Berbicara sebagai proses.
Berbicara sebagai proses adalah suatu kegiatan berbicara yang dimulai dengan simbolisasi pesan yang disampaikan pembicara kepaada pendengar melalui sebuah media. Pesan pe,bicara juga diterima melalu proses simbolisasi dalam diri pendengar untuk mnentukan respon yang sesuai denga yang diharapkan peembicara.
Adapun tahap – tahap dalam berbicara
1.      Persiapan.
Pada tahap ini ada beberapa hal yang dilakukan oleh seorang pembicara yaitu penentuan topik, penentuan tujuan, pengumpulan referensi, penyusunan kerangka, dan berlatih.
2.      Pelaksanaan kegiatan berbicara.
Dapat dilakukan dengan veverapa tahapan yaitu :
a.       Pembuka
b.      Pembahasan pokok
c.       Penutup
3.      Evaluasi.
Adakalanya evaluasi dapat dilakukan untuk mendapat masukan tentang kegiatan berbicara yng telah dilakukan seseorang pembicara.  Dengan masukan tersebut, seorang pembicara dapat menentukan kualitas pembicaranya.

Materi 5


Materi 5 : Konsep dasar berbicara
Secara umum, berbicara adalah proses penuangan dalam bentuk ajakan – ajakan. Ada beberapa hal yang perlu diungkapkan berkaitan dengan bahasan berbicara :
1.      Berbicara merupakan ekspresi diri.
2.      Berbicara merupakan kemampuan mental motorik.
3.      Berbicara merupakan proses simbolik.
4.      Berbicara terjadi dalam kontek ruang dan waktu.
5.      Berbicaara merupakan keterampilan yang produktif.
Adapun tujuan berbicara yaitu :
1.      Tujuan sosial
2.      Tujuan ekspresif
3.      Tujuan ritual
4.      Tujuan instrumental
Adapun jenis – jenis berbicara :
1.      Berbicara formal
2.      Berbicara non formal
Kaitan berbicara dengan keterampilan berbahasa lainnya :
1.      Hubungan berbicara dengan menyimak
a.       Seorang anak berbicara dimulai dari menyimak
b.      Terjadinya pergantian peran dari menyimak ke pembicara.
c.       Kemampuan berbicara dijadikan tolak ukur kemampuan menyimak.
d.      Pembicara dapat dijadikan reproduksi dari proses menyimak.
2.      Hubungan berbicara dengan membaca.
a.       Pembicara dapat dijadikan reproduksi dari proses membaca.
b.      Pada orang dewasa kemampuan berbicara dapar dilakukan dengan proses membaca.
c.       Membaca dapat dijadikan sarana efektif dalam emmandu kegiatan berbicara.
3.      Hubungan berbicara dengan menulis.
a.       Kemampuan menulis dapat dijadikan sebagai sarana pendukung bagi kemampuan berbicara.
b.      Menulis sangat diperlukan dalam kegiatan berbicara dialog.

Materi 4


Materi 4 : refleksi diskusi media pembelajaran
            Pada pertemuan materi mata kuliah kemarin, kelas kami membahas dua materi kelompok yang tampil. Kelompok pertama menggunakan media pop up dengan materi makanan seimbang 4 sehat 5 sempurna.
Kemudian dilanjutkan dengan penampilan kelompok berikutnya yang membahas pertumbuhan dan perkembangan anak dengan kurikulum k13.
Presentasi dari kedua kelompom yang tampil saya rasa sudah cukup baik dan diskusi berjalan dengan lancar.
Adapun untuk kekurangan itu sendiri , saya mendapati bahwa diskusi kurang tertib dikarenakan dosen pengampu berhalangan hadir, jadi kami melaksanakan diskusi mandiri.

Materi 2

Materi 2 : Keterampilan Menyimak    Dalam menyimak, penyimak harus mengerti dan memahami bentuk – bentuk linguistik dan nonlinguistik d...